Beranda » Niat Dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Dan Berhubungan

Niat Dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Dan Berhubungan

 – Mandi junub atau mandi wajib wajib dilakukan oleh umat Muslim dikala sedang dalam situasi tidak suci. Satu di antara penyebabnya yakni haid, yang dialami kaum wanita.

Haid termasuk hadas besar, di mana dikala seorang Muslim memiliki hadas di tubuhnya, wajib untuk menyucikan diri supaya bersih kembali.

Jikalau hadas kecil dapat dihilangkan cuma dengan berwudu, berbeda dengan hadas besar yang wajib dihilangkan dengan mandi wajib.

Dikala seorang Muslim memiliki hadas di tubuhnya maka mereka tidak diizinkan memasuki masjid atau menjalankan ibadah.

Itulah mengapa, menyucikan diri diwajibkan oleh agama Islam supaya dapat kembali menjalankan ibadah dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Tidak Sistem Mandi Semestinya setelah Haid
Berikut tata metode mandi haid, komplit sesuai urutannya:

1. Bacalah niat mandi haid khususnya dulu. Membaca doa niat di permulaan-permulaan regulasinya wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi haid dan mandi biasa. Sistem membaca doa niat mandi haid ini dapat dalam hati atau bersuara.

2. Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.

3. Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang merekat di sekitarnya dengan tangan kiri. Komponen tubuh yang lazimnya kumal dan tersembunyi tersebut yakni komponen kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.

4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun. Setelah membersihkan komponen tubuh yang kumal dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air lantas atau dicuci dengan sabun baru dibilas.

5. Lakukan gerakan wudu yang total seperti dikala kita akan salat, diawali membasuh tangan hingga membasuh kaki.

6. Masukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan hingga menyentuh kulit kepala. Jikalau sudah, guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.

7. Bilas semua tubuh dengan mengguyurkan air. Diawali dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.

8. Dikala menjalankan tata metode mandi haid, pastikan semua lipatan kulit dan komponen tersembunyi turut dibersihkan.

5 dari 5 halaman
Tata-Tata Sistem dikala Haid
1. Tidak Boleh Menjalankan Salat

Dari Aisyah RA, \\\”Bukankah sekiranya si wanita haid dia tidak salat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita\\\”. (Muttafaqun \\\’alaih, HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut hadis tersebut, para ulama berjanji bahwa wanita haid tidak boleh salat dan tidak boleh berpuasa. Tidak ini sama seperti mengeluarkan najis secara terus menerus. Untuk itu tidak diizinkan menunaikan ibadah salat.

2. Tidak Boleh Membaca Al-Qur\\\’an

Dari pendapat empay ulama, mazhab keempatnya sependapat bahwa wanita Muslim yang sedang dalam situasi haid dilarang untuk menyentuh Al-Qur\\\’an yang suci. Sebagaimana diambil dalam QS Al-Waqi\\\’ah: 79, \\\”Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan\\\”.

Tidak, masih diizinkan sekiranya berkeinginan tetap belajar Al-Qur\\\’an, yakni menggunakan Al-Qur\\\’an terjemahan atau juga Al-Qur\\\’an dalam telepon pintar pandai.

3. Tidak Boleh Berpuasa

Larangan ini sesuai hadis riwayat Aisyah ra yang berbunyi: \\\”Bahwa seorang wanita bertanya kepadanya, \\\’Apakah salah seorang di antara kami wajib mengganti salat pada masa haid?\\\’ Aisyah berkata, \\\’Apakah engkau termasuk kelompok Haruriyyah (salah satu kelompok Khawarij)?\\\’ Tidak, pada masa Rasulullah SAW di antara kami ada yang haid, tapi tidak diperintahkan mengganti (salat).\\\” (Shahih Muslim No.506).

4. Tidak Hubungan Menurut Badan

Menurut QS. Al Baqarah: 222, dikala wanita Muslim mendapatkan haid maka dia diharamkan oleh untuk menjalankan relasi suami istri atau berjimak dengan suaminya.

5. Dilarang Tawaf Dikala Haji

Rasulullah memperkenalkan kepada Aisyah, \\\”Lakukanlah semua sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji kecuali dari menjalankan tawaf di Ka\\\’bah hingga engkau suci.\\\” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Tidak Masuk ke Tidak

Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, \\\”Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haid.\\\” Tidak, berdasar pada sebuah pendapat lain bahwa masuk ke masjid dalam situasi haid boleh dilakukan asal darah haid atau darah kumal tidak mengotori masjid.

7. Memuji Asma Allah SWT dan Bersalawat

Dikala haram regulasinya wanita haid menjalankan salat wajib maupun sunah, wanita haid wajib tetap menjalankan ibadah lain seperti bersalawat kepada Allah SWT. Memuji Asma Allah seperti menghapal asmaul husna, mengkaji, dan memahami terjemahan Al-Qur\\\’an, atau dengan membaca dan menghapal kitab-kitab Hadis lainnya.
Menjadi seorang perempuan yakni hal yang betul-betul istimewa sebab ada banyak hal yang dimikilinya daripada laki-laki. Ya, salah satunya yakni menstruasi atau haid. Terjadinya haid yakni salah satu progres dikala dinding rahim mengalami peluruhan sebab tidak terjadinya ovulasi. Tidak ini juga menggambarkan bahwa pada satu jangka waktu ovulasi kamu nggak sedang berada dalam situasi hamil.

Dikala menstruasi kamu nggak diizinkan menjalankan ibadah salat lima waktu apalagi puasa dikala bulan Ramadan seperti ini. Jikalau menjalankannya kamu justru berdosa dan ibadahmu nggak diterima oleh Allah SWT. Setelah selesai haid, kamu dapat menjalankan ibadah puasa lagi dengan persyaratan mandi wajib khususnya dulu. Inilah doa, niat dan tata metode mandi wajib setelah haid yang benar.
3. Tidak metode mandi wajib setelah haid
Membaca niat
Membersihkan kedua tangan 3x
Membersihkan komponen tubuh yang kumal dengan tangan kiri
Mengulang mencuci tangan
Berwudhu beserta niat wudhu
Membasuh kepala 3x hingga ke pangkal rambut
Memisah-misah rambut dengan jari
Mengguyur semua tubuh
Lazimnya sabun dan shampo
4. Tidak yang diperhatikan dikala mandi wajib setelah haid
Setelah air yang suci dan membersihkan tanpa terkena kotoran yang dapat merubah bau dan sifatnya
Mandi wajib dihukumi sebagai substitusi wudhu
Karenanya tubuh tanpa terkecuali wajib terkena air keseluruhan
Tidak menggunakan tutup kepala
Itulah ulasan komplit seputar niat, doa dan tata metode mandi wajib setelah haid yang benar. Semoga bermanfaat
Bacaan mandi wajib setelah haid wajib dikenal oleh Umat Islam, khususnya para wanita. Dalam agama Islam, seseorang wajib dalam situasi suci khususnya dulu sebelum beribadah. Ini juga menjadi salah satu peraturan yang wajib dilakukan dan ditaati.

Mandi wajib sendiri yakni progres membersihkan dan mensucikan diri dari hadast besar. Menstruasi atau haid masuk ke dalam kelompok hadast besar. Menstruasi atau haid yakni masa dikala darah meluruh akibat tidak mengalami pembuahan. Peraturan masa ini akan berlangsung selama 5 hari hingga 8 hari setiap bulannya. Tidak setiap orang tentu memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda.

Setelah selesai, para wanita muslim wajib menjalankan mandi wajib. Tidak ini supaya ibadah yang dilakukan selanjutnya dapat diterima oleh Allah SWT. Sistem, sudah sepantasnya para wanita muslim mengenal bacaan mandi wajib setelah haid. Semestinya itu juga mengenal niat dan tata caranya yang benar.
Setelah Mandi Semestinya Setelah Haid
Sebelum mengenal bacaan mandi wajib setelah haid berupa niat dan tata caranya, ada baiknya mengenal regulasinya khususnya dulu. Sebagai manusia, tentu tidak akan luput dari hadast. Saya itu hadast kecil maupun hadast besar. Apalagi bagi para wanita yang sudah mengalami masa menstruasi.

Menstruasi termasuk ke dalam salah satu hadast besar. Sehingga sudah sepantasnya para wanita Muslim mengenal metode mandi wajib yang benar. Sebagaimana yang sudah tertulis dan digambarkan dalam Alquran mengenai landasan perintah mandi wajib.
Tidak Sistem Mandi Semestinya Setelah Haid
Setelah tata metode mandi wajib antara laki-laki dengan perempuan sama saja. Tidak yang menjadi pembeda yakni para wanita tidak perlu menyela komponen pangkal rambut. Para wanita pun diizinkan untuk tidak membuka ikatan rambut. Sebagaimana yang diriwayatkan lewat HR. At-Tirmidzi,

\\\”Ummu Salamah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, \\\’Semestinya bertanya, wahai Rasulullah! Tetapi aku ini perempuan yang betul-betul kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya dikala mandi junub? Malahan Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran\\\’.\\\”

Adapun tata metode mandi wajib setelah haid yakni sebagai berikut:

1. Membaca niat bacaan mandi wajib setelah haid khususnya dulu. Membaca niat regulasinya wajib sebab akan menjadi pembeda antara mandi wajib dengan mandi biasa. Para wanita dapat membaca niat bacaan mandi wajib setelah haid ini dalam hati atau bersuara.

2. Membersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali.

3. Membersihkan kemaluan dan dubur beserta kotoran yang merekat di sekitarnya dengan tangan kiri.

4. Mencuci tangan dengan tanah atau sabun. Caranya mengusap-usapkan tangan ke tanah atau tembok kemudian dibilas air mengalir atau dapat mencuci tangan dengan sabun dan dibilas.

5. Hubungan gerakan wudhu yang total seperti hendak menjalankan salat. Di mulai dengan membasuh tangan hingga membasuh kaki.

6. Masukkan tangan ke dalam air, sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan hingga menyentuh kulit kepala. Kemudian guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali. Pastikan pangkal rambut turut terkena air.

7. Bilas semua tubuh dengan mengguyurkan air. Di mulai dari sisi kanan dan dilanjutkan sisi kiri.

8. Pastikan semua lipatan kulit dan komponen tersembunyi turut dibersihkan.

4 dari 4 halaman
Niat Bacaan Mandi Semestinya Setelah Haid
Adapun niat bacaan mandi wajib setelah haid yakni sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

nawaitul ghusla liraf\\\’il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahita\\\’ala

Artinya:
\\\”Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah.\\\”
Tidak Sistem Mandi Semestinya Perempuan
Buat wanita, tata metode mandi wajib sebetulnya sama saja. Sistem wanita tidak perlu menyela pangkal rambut. Semestinya tidak perlu membuka jalinan rambutnya. Tidak ini sesuai dengan acuan HR At-Tirmidzi.

Jadi, tata metode mandi wajib untuk perempuan yakni sebagai berikut.

Bacalah niat mandi wajib atau mandi junub khususnya dulu.
Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.
Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang merekat di sekitarnya dengan tangan kiri.
Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun.
Lakukan gerakan wudhu yang total seperti dikala kita akan salat, diawali dari membasuh tangan hingga membasuh kaki.
Bilas kepala dengan mengguyurkan air sebanyak 3 kali.
Bilas semua tubuh dengan mengguyurkan air. Diawali dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri. Pastikan semua lipatan kulit dan komponen tersembunyi turut dibersihkan.
Setelah tata metode mandi wajib yang benar untuk perempuan baik yang berniat membersihkan diri dari hadas besar sebab haid maupun nifas.

4 dari 6 halaman
Tidak Sistem Mandi Semestinya setelah Setelah
Hadas besar sebab syahwat dapat disebabkan sebab mimpi berair, keluarnya cairan mani, atau relasi badan antara suami-istri.

Untuk mensucikan diri kembali, orang yang berjunub wajib mandi besar atau mandi junub.

\\\”BISMILLAHIRAHMANIRAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF\\\’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA\\\’ALA.\\\”

Artinya:
\\\”Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu sebab Allah Ta\\\’ala.\\\”

Setelah membaca niat, lakukan ritual pembersihan dengan tata metode mandi wajib yang sudah dijabarkan sebelumnya.

5 dari 6 halaman
Tidak Sistem Mandi Semestinya setelah Haid
Jikalau bulan sebagian besar wanita dewasa mengalami pendarahan akibat luruhnya dinding rahim yang tidak dibuahi. Inilah yang disebut menstruasi atau haid.

Jikalau hadas besar pada wanita disebabkan sebab haid, makan tata metode mandi wajib wajib diawali dengan membaca niat berikut.

ilustrasi tata metode mandi wajib

Dikala tata metode mandi wajib © Pexels

\\\”BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF\\\’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA\\\’ALA.\\\”

Artinya:
\\\”Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haidl, fardlu sebab Allah Ta\\\’ala.\\\”

Setelah membaca niat, lanjutkan tata metode mandi wajib untuk perempuan seperti biasa. Pastikan semua komponen tubuh dibersihkan dengan total, hingga ke komponen yang tersembunyi sekalipun.

Tidak Sistem Mandi Semestinya setelah Nifas
Jikalau hadas besar pada perempuan disebabkan sebab keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan atau nifas, maka niat mandi wajib yang wajib dibaca yakni sebagai berikut.

\\\”BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF\\\’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA\\\’ALA.\\\”

Artinya:
\\\”Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu sebab Allah Ta\\\’ala.\\\”

Setelah pembacaan niat, lanjutkan dengan tata metode mandi wajib untuk perempuan. Ingat, tidak perlu menyela pangkal rambut. Cukup diguyur dengan air bersih sebanyak 3 kali.
ata Sistem Mandi Semestinya atau Junub yang Benar dan Sistem Sunah beserta Niatnya
Pada dasarnya tata metode mandi wajib untuk perempuan yang baru selesai haid, nifas, atau lelaki yang baru bersyahwat sama saja. Pembeda di sini yakni niat yang dibaca sebelum bersuci.

Berikut ini tata metode mandi wajib komplit sesuai urutannya.

Bacalah niat mandi wajib atau mandi junub khususnya dulu.
Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.
Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang merekat di sekitarnya dengan tangan kiri.
Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun.
Lakukan gerakan wudhu yang total seperti dikala kita akan salat, diawali dari membasuh tangan hingga membasuh kaki.
Masukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan hingga menyentuh kulit kepala. Jikalau sudah, guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.
Bilas semua tubuh dengan mengguyurkan air. Diawali dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.
Dikala menjalankan tata metode mandi wajib, pastikan semua lipatan kulit dan komponen tersembunyi turut dibersihkan.
Tidak Sistem Mandi Semestinya Pria
Kejadian ini lantaran terjadinya progres pelepasan telur yang tidak dibuahi.

Setelah biasa, menstruasi terjadi pertama kali pada buah hati remaja umur 12 hingga 14 tahun.

Sistem, situasi tubuh setiap orang dapat berbeda-beda sehingga datangnya menstruasi pun turut berbeda.

Ada pula buah hati yang mulai haid di umur 8 tahun dan 16 tahun.

Untuk umat Muslim, masa haid yakni masa dikala seorang wanita dalam situasi kumal dan tidak suci.

Jikalau itu, mereka dilarang untuk sholat dan berpuasa.

Berikut ini yakni daftar doa mandi wajib setelah haid dan tata caranya yang penting kamu kenal.

Doa Mandi Semestinya Setelah Haid
Doa mandi wajib setelah haid Sumber: About Islam
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf\\\’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta\\\’aalaa.

Artinya: \\\”Semestinya berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu sebab Allah Ta\\\’ala.\\\”

Bacaan tersebut yakni doa yang perlu dibaca di hari terakhir haid.

Melihat cuma itu, doa ini juga diciptakan sebagai niat untuk menjalankan mandi besar atau mandi junub sebab haid.

Tidak Sistem Mandi Semestinya Setelah Haid
Berikut tata metode mandi wajib setelah haid atau menstruasi yang baik dan benar.

1) Baca doa niat mandi besar setelah haid

2) Bersihkan kedua tangan 3 kali

3) Bersihkan semua member tubuh yang kumal menggunakan tangan kiri

4) Ulangi mencuci tangan

5) Berwudhu sambil membaca niat berwudhu

6) Basuh kepala 3 kali hingga pangkal rambut

7) Memisah-misah rambut menggunakan jari

8) Mengguyur semua tubuh dengan air bersih

9) Lengkap sabun dan sampo

Semestinya itu, ada sebagian hal lain yang perlu diperhatikan dikala menjalankan mandi wajib setelah haid. Tidak ini penting untuk kesucian dari mandi wajib yang sudah dilakukan.

Berikut ini sebagian peraturan lain yang perlu diperhatikan:

1) Setelah air yang bersih dan suci.

2) Pastikan semua tubuh terguyur dengan air.

3) Jangan menggunakan penutup kepala.

Itulah bacaan atau doa dan tata metode mandi wajib setelah haid yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan sehingga dapat menjalankan ibadah wajib kembali.

Landasan atau Saya Mandi Semestinya Setelah Haid
Dulu selesai haid yakni sudah tidak ada lagi bercak darah, sedangkan cuma satu garis. Atau dapat juga dengan munculnya gumpalan putih atau lendir putih yang keluar dari jalan rahim (farji’).

Untuk mengenal pastinya, Aisyah RA menyarankan supaya menggunakan kapas yang dimasukkan dalam farji’. Dikutip dari Ensiklopedia Fiqih Sistem karya Agus Arifin, pedoman masa haid sudah stop yakni sekiranya tidak didapati lendir putih ini atau pengecekan menggunakan kapas putih yang dimasukkan ke dalam farji. Jikalau kapas itu tidak terdapat bercak darah dan bersih, maka lantas

mandi.

Tidak Sistem Mandi Haid
Dikutip dari Taqrirartus Sadidah fil Masail Mufidah bahwa fardu (rukun) dalam mandi wajib ada dua, yakni:
• Niat dengan hati pada dikala pertama kali membasuh member badan

• Meratakan air ke semua member badan (kulit dan bulu yang tumbuh padanya)

Niat Mandi Suci Haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf\\\’il hadatsil akbari minal haidi fardhan lillaahi ta\\\’aalaa

“Menyentuh niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardlu sebab Allah Ta’ala.”

Niat mandi regulasinya wajib, maka tidak resmi mandi haidnya sekiranya tanpa niat. Niat ini boleh dilafalkan atau di dalam hati, kemudian meratakan air ke semua member badan yakni kulit, kuku dan bulu atau rambut yang tumbuh padanya.

Berikut ini sunnah dikala mandi suci dari haid
Membaca basmalah
Menggosok gigi
Mandi sambil berdiri
Menghadap kiblat
Membasuh kedua telapak tangan
Berkumur dan Istinsyaq (memasukkan air ke lubang hidung)
Membersihkan kemaluan (farji) dan sekitarnya dari bekas darah haid dengan niat mandi wajib
Berwudhu (sekiranya ada hadas kecil maka berwudu dengan niat untuk menghilangkan hadas kecil. Jikalau tidak hadas kecil, maka berwudu dengan niat mandi besar (haid)
Tidak komponen tersembunyi seperti ujung mata, lipatan alat pendengaran, dan lain-lain.
Menyela-nyela rambut kepala, menggosok-gosok kulit dan badan.
Mendahulukan komponen tubuh yang kanan lalu komponen kiri sebanyak tiga kali-tiga kali
Muwalat, yakni memulai membasuh suatu member tubuh yang sebelumnya kering
Mandi tidak dalam telanjang bulat
Tidak berlebihan menggunakan air
Tidak Sistem Mandi Semestinya Setelah Haid Tidak metode mandi wajib setelah haid yakni sebagai berikut: Membaca basmalah. Membaca niat mandi wajib. Mencuci kedua tangan sebanyak dua atau tiga kali. Mengguyur semua tangan kiri dengan tangan kanan. Mencuci kemaluan dan komponen lain dengan tangan kiri. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan sabun. Berwudhu yang total seperti dikala hendak salat. Menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali. Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut dan atau kulit kepala dengan menggosok. Mengguyurkan air ke semua badan diawali dari isi kanan lalu ke sisi kiri. Tidak metode tersebut tercantum dalam buku \\\’\\\’Kitab Tetapi dan Praktis Fiqh Sistem\\\’\\\’ oleh Abdul Syukur Al-Azizi. Tidak metode mandi wajib tersebut sesuai dengan riwayat dari Aisyah Ra. dalam sebuah hadis sebagai berikut. \\\”Kami (istri-istri nabi) sekiranya salah seorang di antara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali, lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya, lalu menyiramkannya ke komponen tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke komponen tubuh yang kiri.\\\” (HR. Bukhari dan Abu Dawud). Tidak-hal yang Dilarang Selama Haid Menurut buku “La Tahzan untuk Sistem Haid” oleh Ummu Azzam, hal-hal yang dilarang selama haid, yakni: 1. Salat Sistem haid dilarang menjalankan salat, baik salat fardu maupun salat sunah. Tidak ini dikarenakan situasi wanita haid yang sedang berhadas besar. Ibadah salat mensyaratkan pelakunya supaya bersih dari hadas besar dan kecil. Seorang wanita haid bis kembali menjalankan salat sekiranya sudah membersihkan diri dengan mandi wajib setelah haid. 2. Puasa Ibadah puasa wajib atau sunah tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid. Pakai wanita mengalami haid dikala berpuasa wajib di bulan Ramadan, maka dia wajib mengganti. Tidak tersebut sesuai hadis berikut ini. \\\”‘Pakai wanita haid itu mengqadha puasa tapi tidak mengqadha salat?’ Aisyah bertanya, ‘Apakah engkau wanita Haruriyyah?’ Semestinya menjawab, ‘Semestinya bukan wanita Haruriyyah. Semestinya cuma bertanya.’ Aisyah berkata, ‘Tidak (pada zaman Rasulullah) dikala kami mengalami haid, kami diperintahkan untuk meng-qadha puasa dan kami tidak diperintahkan untuk meng-qadha salat.’\\\” (HR. Muslim). 3. Bersenggama Karena Muhammad Mutawwali Sya\\\’rawi, akibat bersenggama dengan wanita haid dapat menimbulkan infeksi pada daerah intim. Pada dikala haid, organ intim wanita dan rahim dalam situasi yang rentan kepada mikroba. Semestinya itu, rahim sedang membuang jaringan yang mati lewat darah yang dikeluarkan. 4. Talak Perceraian yakni sesuatu yang diizinkan dalam Islam. Sistem, perceraian sebisa mungkin dihindari, khususnya dikala seorang istri sedang haid. Seorang istri yang haid dan nifas tidak dapat menghadapi masa iddah yang wajar. Iddah yakni masa di mana seorang wanita yang diceraikan suaminya menunggu. Pada masa itu, dia tidak diizinkan menikah atau menawarkan diri kepada laki-laki lain untuk menikahinya. Masa iddah yang berlaku yakni tiga kali haid (bagi istri yang masih haid/belum menopause), tiga bulan (bagi istri yang sudah menopause), empat bulan sepuluh hari (bagi istri yang ditinggal mati suami), dan hingga melahirkan (bagi istri yang sedang hamil). 5. Saya dan membawa Al-Quran Sistem yang sedang haid tidak boleh menyentuh dan membawa Al-Quran sebagaimana digambarkan dalam surah Al-Waqiah ayat 77-80. Tafsir Kementerian Agama menjelaskah, Allah Swt. melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau mengendalikan mushaf Al-Qur\\\’an. Menurut hadis Mu\\\’adh bin Jabal, Rasulullah saw. bersabda, \\\”Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci.\\\” Pakai inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia

Mengetahui ini sudah tayang di Katadata.co.id dengan judul \\\”Tidak Sistem dan Niat Mandi Semestinya Setelah Haid Beserta Artinya\\\”, https://katadata.co.id/iftitah/informasi/6170f59b530ef/tata-metode-dan-niat-mandi-wajib-setelah-haid-beserta-artinya
Penulis: Iftitah Nurul Laily
Editor: Iftitah Nurul Laily
Karena Medical News Today, dikala seorang wanita mengalami menstruasi atau haid, mereka akan mengeluarkan darah dari vaginanya. Tidak ini lantaran terjadinya progres pelepasan telur yang tidak dibuahi.

Semestinya, menstruasi terjadi pertama kali pada buah hati umur 12 dan 14 tahun. Tidak, situasi tubuh setiap orang dapat berbeda-beda sehingga datangnya menstruasi pun turut berbeda. Ada pula buah hati yang mulai haid di umur 8 tahun dan 16 tahun.

Bagi seorang Muslim, masa haid yakni masa dikala seorang wanita dalam situasi kumal dan tidak suci. Jikalau itu, mereka dilarang untuk salat dan berpuasa.

Setelah haid, ada bacaan atau doa serta tata metode mandi wajib yang perlu dilakukan.

Berikut doa dan tata metode mandi wajib setelah haid atau menstruasi dirangkum dari buku La Tahzan untuk Sistem Haid karya Ummu Azzam.

Doa setelah haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf\\\’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta\\\’aalaa.

Artinya: \\\”Semestinya berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu sebab Allah Ta\\\’ala.\\\”

Bacaan ini yakni doa yang perlu dibaca di hari terakhir haid. Melihat cuma itu, doa ini juga diciptakan sebagai niat untuk menjalankan mandi besar atau mandi junub sebab haid.

Tidak metode mandi wajib setelah haid
Berikut tata metode mandi wajib setelah haid atau menstruasi.

1. Baca doa niat mandi besar setelah haid
2. Bersihkan kedua tangan 3 kali
3. Bersihkan semua member tubuh yang kumal menggunakan tangan kiri
4. Ulangi mencuci tangan
5. Berwudhu sembari membaca niat berwudhu
6. Basuh kepala 3 kali hingga pangkal rambut
7. Memisah-misah rambut menggunakan jari
8. Mengguyur semua tubuh dengan air bersih
9. Lengkap sabun dan sampo

Semestinya itu, ada sebagian hal lain yang perlu diperhatikan dikala menjalankan mandi wajib setelah haid. Tidak ini penting untuk kesucian dari mandi wajib yang sudah dilakukan.

Berikut ini sebagian peraturan lain yang perlu diperhatikan:

1. Lengkap air yang bersih dan suci.
2. Pastikan semua tubuh terguyur dengan air.
3. Jangan menggunakan penutup kepala.

Itulah bacaan atau doa dan tata metode mandi wajib setelah haid yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan sehingga dapat menjalankan ibadah wajib kembali.

Baca artikel CNN Indonesia \\\”Doa dan Tidak Sistem Mandi Semestinya Setelah Haid\\\” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211223193116-284-738010/doa-dan-tata-metode-mandi-wajib-setelah-haid.

Jikalau Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Mandi wajib dilakukan supaya seseorang suci dari hadas besar sebelum dia beribadah menghadap Allah. Jikalau sebetulnya Allah menyukai orang-orang yang bersih dan suci. Jadi orang yang sedang haid tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah seperti salat, puasa, bersenggama dan membaca atau menyentuh Al-Qur\\\’an sebelum dirinya benar-benar sudah suci. Untuk mensucikan diri, wanita wajib membaca doa mandi wajib setelah haid.

Doa Mandi Semestinya Setelah Haid

Nawaitul ghusla liraf\\\’il hadatsil akbari minal haidhii fardhan lillahi ta’aala

Artinya: “Semestinya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar sebab haid sebab Allah ta\\\’ala.”

Tidak Sistem Mandi Semestinya Setelah Haid

1. Membaca Basmalah niat mandi wajib

2. Membasuh kedua tangan sebanyak 3 kali

3. Membasahi tangan kanan dan tangan kiri

4. Membersihkan kemaluan dengan menggunakan tangan kiri

5. Mencuci tangan kiri yang diterapkan untuk membersihkan kemaluan

6. Berwudhu menggunakan air mengalir secara total seperti wudhu dikala hendak menjalankan sholat

7. Menyiramkan air mulai dari atas kepala hingga semua badan komponen kanan sebanyak tiga kali, ulangi pada komponen kiri sebanyak tiga kali

8. Gosok sela-sela rambut hingga seluruhnya terbasahi oleh air

9. Lengkap bebauan atau sabun untuk membersihkannya, gosokkan keseluruh tubuh

10. Bilas dengan air yang bersih
Mandi Semestinya Setelah Haid
Mandi wajib yakni mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas atau najis besar. perkara yang mengharuskan seseorang untuk mandi junub yakni dikala selesai haid atau nifas, setelah menjalankan relasi suami istri, dan keluar mani.

Mandi wajib dilakukan supaya seseorang suci dari hadas besar sebelum dia beribadah menghadap Allah. sebetulnya Allah menyukai orang-orang yang bersih dan suci. Jadi, orang yang sedang haid tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah seperti salat, puasa, bersenggama dan membaca atau menyentuh Al-Qur\\\’an sebelum dirinya benar-benar sudah suci. Untuk mensucikan diri, wanita wajib membaca doa mandi wajib setelah haid.

informasi, pedoman selesai haid yakni sudah tidak ada lagi bercak darah, sedangkan cuma satu garis. Atau dapat juga dengan munculnya gumpalan putih atau lendir putih yang keluar dari jalan rahim (farji’). Untuk mengenal pastinya, Aisyah RA menyarankan supaya menggunakan kapas yang dimasukkan dalam farji’.

Dikutip dari Ensiklopedia Fiqih Sistem karya Agus Arifin, pedoman masa haid sudah stop yakni sekiranya tidak didapati lendir putih ini atau pengecekan menggunakan kapas putih yang dimasukkan ke dalam farji. Jikalau kapas itu tidak terdapat bercak darah dan bersih, maka lantas mandi wajib.

3 dari 5 halaman
Bacaan Niat Mandi Semestinya Setelah Haid
Sebelum mengenal tata metode mandi wajib setelah haid, anda perlu mengenal bacaan niatnya. Mandi haid yakni satu di antara mandi wajib yang wajib dilakukan seorang Muslim seusai haid. Berikut niat yang wajib dibaca dikala mandi haid:

“Bismillahirahmandirahim nawaitul ghusla liraf\\\’il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahita\\\’ala.”

Artinya: Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah.

4 dari 5 halaman
Tidak Sistem Mandi Semestinya Setelah Haid
Berikut tata metode mandi haid, komplit sesuai urutannya:

1. Bacalah niat mandi haid khususnya dulu. Membaca doa niat di permulaan-permulaan regulasinya wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi haid dan mandi biasa. Sistem membaca doa niat mandi haid ini dapat dalam hati atau bersuara.

2. Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.

3. Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang merekat di sekitarnya dengan tangan kiri. Komponen tubuh yang lazimnya kumal dan tersembunyi tersebut yakni komponen kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.

4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun. Setelah membersihkan komponen tubuh yang kumal dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Tidak metode mandi wajib setelah haid selanjutnya yakni mengusap-usapkan tangan ke tanah atau tembok kemudian dibilas air lantas atau dicuci dengan sabun baru dibilas.

6. Masukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan hingga menyentuh kulit kepala. Jikalau sudah, guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.

7. Bilas semua tubuh dengan mengguyurkan air. Diawali dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri yang masing-masing sebanyak 3 kali.

8. Dikala menjalankan tata metode mandi wajib setelah haid, pastikan semua lipatan kulit dan komponen tersembunyi turut dibersihkan.

5 dari 5 halaman
Sunnah Mandi Semestinya Setelah Haid
Dikala Sikat Gigi. (Sumber : pexels.com)
Setelah mengenal tata metode mandi wajib setelah haid, terdapat sunnah yang wajib dikenal para wanita muslim yakni:

1. Membaca basmalah.

2. Menggosok gigi.

3. Mandi sambil berdiri.

4. Menghadap kiblat.

6. Berkumur dan Istinsyaq (memasukkan air ke lubang hidung).

7. Membersihkan kemaluan (farji) dan sekitarnya dari bekas darah haid dengan niat mandi wajib.

8. Berwudhu (sekiranya ada hadas kecil maka berwudu dengan niat untuk menghilangkan hadas kecil. Jikalau tidak hadas kecil, maka berwudu dengan niat mandi besar (haid).

9. Tidak komponen tersembunyi seperti ujung mata, lipatan alat pendengaran, dan lain-lain.

10. Menyela-nyela rambut kepala, menggosok-gosok kulit dan badan.

11. Mendahulukan komponen tubuh yang kanan lalu komponen kiri sebanyak tiga kali-tiga kali.

12. Muwalat, yakni memulai membasuh suatu member tubuh yang sebelumnya kering.

13. Mandi tidak dalam telanjang bulat.

14. Tidak berlebihan menggunakan air.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *